HISTORY

YAYASAN CAKRAWALA TIMUR

Didirikan   di  Surabaya  pada  tanggal  10  Agustus 1991  oleh para aktivis mahasiswa dan pasca mahasiswa dari berbagai kota dan perguruan tinggi di Jawa Timur, yang peduli terhadap persoalan-persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Berdirimya Yayasan Cakrawala TImur memiliki historical background yang tidak bisa dilepaskan oleh kondisi social politik pada era 1980-an, terutama berkaitan dengan fenomena gerakan mahasiswa yang berlocus di Surabaya dan Malang.

Aktivis mahasiswa pada saat itu merupakan bagian dari pergulatan pergerakan mahasiswa Indoensia yang dapat dikatakan berupaya melakukan dialektika dengan era sebelumnya terutama era 1970-an, sehingga tidak mengherankan pada pertengahan tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an hampir seluruh aktivis dari Jawa Timur melakukan aktivitasnya dengan menekankan pada aktivitas pengorganisasian dan berintegrasi dengan rakyat. Proses pengorganisasian dan pendampingan pada saat itu dilakukan di Jawa bagian Barat yaitu Badega, Cimacan, Rancamaya dan Cijayanti. Dalam proses pengorganisasian dan pendampingan tersebut melahirkan persinggungan secara langsung dengan masyarakat, organisasi non-pemerintah dan elemen-elemen lainnya. Sementara itu status mahasiswa yang melekat ternyata dibatasi oleh ruang dan waktu. Dan dalam realitas pendampingan saat itu, seorang organisator hanya mempunyai pengetahuan lebih dan keberpihakan sebagai modal untuk berintegrasi dengan masyarakat, disisi lain mereka bagian dari kelas menengah yang masih mencari posisi sebagai suatu kesadaran kelasnya.

Dengan kondisi dan situasi tersebut pada tahun 1991 sebagian mahasiswa dari Surabaya dan Malang yang sedang mengalami masa transisi (lepas dari status mahasiswa) mencoba menuangkan ide dan gagasannya mengenai keberlangsungan dan keberlanjutan praktik pengorganisasian dan pendampingan yang tidak dibatasi oleh status dan mencoba mendorong “memfasilitasi” generasi berikutnya.

Rangkaian pertemuan intens dilakukan di Surabaya dan Malang, dengan difasilitasi oleh beberapa orang yang mensupport terhadap aktivitas peorganisasian dan pendampingan rakyat. Pertemuan di Surabaya diadakan di Gedung kesenian AKSERA dengan membuat kesepakatan untuk membentuk organ atau lembaga sebagai centrum dan wadah koordinasi aktivis eks-mahasiswa dan aktivis yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Keterlibatan aktivis eks-mahasiswa dapat dikategorikan dengan dua (2) model yaitu ; pertama, berintegrasi secara langsung ke dalam struktur untuk menjalankan organ tersebut dan kedua, berinterakasi secara langsung dengan mahasiswa dan masyarakat untuk perluasan sector dan jaringan.

Dalam rangkaian pertemuan selanjutnya diadakan di gedung Balai Sahabat Surabaya dengan penentuan wadah dan pola gerak, dan pada saat itu disepakati dengan nama  Yayasan Cakrawala Timur. Dengan pola geraknya tidak jauh berbeda dengan pola gerak “gerakan” sewaktu masih berstatus sebagai mahasiswa dengan tidak mensandarkan pada lembaga donor. Dengan idealisasi dan latar belakang para pengurus pada saat itu dapat melakukan pemenuhan kebutuhan dan berjalannya organisasi atau wadah gerakan tersebut. Namun pada saat-saat tertentu dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan kerjasama dengan lembaga lain sebagai partner yang sifatnya temporer.

Konteks tersebut diatas merupakan kondisi kekinian pada saat itu, dimana ada perspektif yang berkembang dalam dunia “gerakan” dalam memandang fenomena NGO dan kondisi pada saat itu dimana terdapat pertentangan secara terbuka maupun tertutup antara aktivis mahasiswa dan NGO.