Pada bulan Januari 2010, Yayasan Cakrawala Timur mengkonsolidasikan sejumlah Advokat yang memiliki kesamaan akan keberpihakan terhadap Rakyat khususnya petani yang dikriminalkan. Sejak Kuncoro ditahan di Kepolisian Resort Kediri hingga putusan Pengadilan Negeri, team Yayasan Cakrawala Timur melakukan pendampingan hukum. Sepanjang proses pendampingan hukum tersebut, dilakukan juga beberapa upaya penggalangan dukungan sekaligus upaya kampanye “Perlawanan terhadap Kriminalisasi Petani”.

petani

Profil Sang Pemulia Tanaman
Pak Kuncoro bernama lengkap Kunoto alias Kuncoro bin Mirin adalah seorang Kepala Keluarga berumur 45 tahun bertempat tinggal di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Sehari-hari beliau menyandarkan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarganya melalui sector pertanian.
Pak Kuncoro secara turun temurun telah memiliki keterampilan membuat bibit jagung secara mandiri dan mendistribusikan produksinya dengan skala kecil bersaing dengan produk pabrikan yang dikemas secara mekanis. Sejak tanggal 17 Januari 2010 hingga tanggal 24 Juli 2010 dirampas kebebasannya sebagai manusia merdeka oleh “kekuatan” Industri Pangan yang merasa perlu menjebloskan petani pembenih kedalam kelamnya Hukum di Indonesia.
Pak Kuncoro diadili karena dianggap melawan ketentuan dalam pasal 60 ayat (1) huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan menurut Majelis Hakim; perbuatan pak Kuncoro telah merugikan PT.Bisi International Tbk. Aparatus hukum yang sudah berpihak kepada “KAPITALISME” menjatuhkan pidana penjara selama 7 (tujuh) bulan dan denda sebesar Rp. 500.000.-(Lima ratus ribu rupiah) subsider pidana kurungan selama 2 (dua) bulan.

Catatan:
1. Perkara Nomor: 188/Pid.Sus/2010/PN.Kdi
2. PLEDOOI (terlampir) “Melawan Kriminalisasi Petani; Menegaskan Negara Res-Publika, Menolak negara Res-Privata