BAHAN:

1. Air bersih 5 liter
2. Gula pasir 1 kg
3. Kecambah 1 kg
4. Dedak 2 kg

5. Terasi ΒΌ kg
6. Rumen atau usus/perut kambing (rumen sapi & kerbau bisa untuk 4 jerigen @ 5 liter), diambil bagian usus yang terdekat dengan perut besar (kira-kira 12 jari)

CARA PEMBUATAN:

1). Cuci ember & jerigen dengan air panas
2). Rebus air, kemudian didinginkan
3). Gula, kecambah, dedak & terasi ditumbuk halus, kemudian masukkan kedalam air dingin tadi. Diaduk-aduk hingga rata, kemudian disaring & masukkan kedalam jerigen
4). Cincang rumen sampai halus, kemudian masukkan kedalam jerigen tadi
5). Tutup jerigen rapat-rapat sehingga udara tidak dapat masuk
6). Setiap pagi & sore, jerigen dibuka sebentar & isinya diaduk hingga rata
7). Apabila dalam 3 hari adonan berbau harum berarti pupuk cair sudah jadi (kalau berbau busuk berarti gagal)
8). Apabila pupuk cair jadi maka dalam waktu 1 minggu sudah dapat digunakan untuk pemupukan
9). Jangka waktu kadaluwarsa pupuk didalam jerigen sekitar 6 bulan. Sesudahnya kemampuan pupuk akan menurun.

Dosis pupuk: 14 liter air dicampur 250 cc pupuk.
Pupuk ini telah diuji untk memupuk tanaman lada, kopi, lombok, kacang panjang & padi.
Pemupukan dilakukan pada jam 9-11 WIB.
Untuk padi, pupuk ini sebagai pupuk tambahan yang disemprotkan pada hari ke-10, 25 & 45.