Prinsip Pembuatan Pakan:
Efektif & Efisien
Ramah lingkungan & keberlanjutan

Tanaman & ternak bisa saling mendukung !

Tanaman yang bisa untuk Pakan Ternak sekaligus Kesuburan Tanah (contoh di Madura):
1.Rumput gajah rakus unsur hara
2.Jagung
3.Kleresede
4.Kacang-kacangan
5.Kaliandra
6.Ketela rakus unsur hara
7.Lamtoro gung

Pakan Ternak di musim kemarau:
Dikeringkan atau diolah
Air minum diberi garam
Penyimpanan: gudang, para-para

Pakan Ternak: 5 Sehat 6 Sempurna !
1.Karbohidrat
2.Protein
3.Lemak
4.Serat
5.Vitamin
6.Mineral: Calsium, Phosphor, Zinc

Pakan segar bisa diurai minimal 3 hari.
Pakan diawal musim hujan banyak mengandung air & gizinya tinggi akibat menyerap pupuk, menyebabkan ternak mudah kembung sehingga perlu diangin-anginkan minimal 1 jam.

Pengolahan Pakan Ternak:
I.Hay
Mengeringkan hijauan/tanaman
Cara alami (dengan sinar matahari) maupun menggunakan mesin pengering
Kandungan air 12-20% ? tidak tumbuh jamur
Tujuan: penyediaan hijauan untuk pakan ternak pada saat kritis & saat ternak diangkut jarak jauh
Dapat diperjualbelikan
Kualitas hijauan akan menurun apabila tertimpa hujan
Pengeringan terlalu lama mengakibatkan kehilangan nutrisi & mudah tumbuh jamur
Syarat tanaman yang dibuat Hay:
1.Bertekstur halus
2.Dipanen pada awal musim berbunga
3.Dipanen dari area yang subur
Pengawet:
1.Garam dapur 1-2%:
mencegah timbulnya panas karena kandungan uap air
mengontrol aktivitas mikroba
menekan pertumbuhan jamur
2.Amonia cair
mencegah timbulnya panas
meningkatkan kecernaan hijauan
memberikan tambahan Nitrogen
Kriteria Hay yang baik:
1.berwarna tetap hijau meskipun ada yang kekuning-kuningan
2.daun yang rusak tidak banyak
3.bentuk hijauan masih tetap utuh & jelas
4.tidak terlalu kering sebab akan mudah patah.

II.Silase
Hijauan makanan ternak ataupun limbah pertanian yang diawetkan dalam keadaan segar melalui proses fermentasi
Kandungan air: 60-70%
Tujuan: pemberian hijauan sebagai pakan ternak dapat berlangsung secara merata sepanjang tahun, atau untuk mengatasi kekurangan pakan di musim paceklik dalam silo
Silo: tanah, beton, baja, anyaman bambu, tong plastik, drum bekas, dsb.
Pencacahan: memutus/menghentikan proses respirasi/pernafasan pada tanaman agar kandungan air hijauan dapat mencapai titik dimana aktivitas air dalam tanaman dapat mencegah perkembangan mikroba
Prinsip pembuatan Silase:
1.Keadaan hampa udara ? pemadatan hijauan yang telah dicacah dengan cara ditekan atau diinjak-injak
2.Terbentuk suasana asam saat penyimpanan ? penambahan bahan pengawet: garam, gula, dedak, bakteri
3.Tempat penyimpanan (silo) jangan ada kebocoran & harus tertutup rapat yang diberi pemberat
Jenis hijauan yang dapat dibuat Silase: rumput, sorghum, jagung, biji-bijian kecil
Kriteria Silase yang baik:
1.pH sekitar 4 (asam)
2.Bau segar atau bukan berbau busuk
3.Warna hijau masih jelas
4.Tidak berlendir
5.Tidak berbau mentega tengik.

III. Amoniasi atau Urease
Melepaskan serat kasar dari hijauan agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh ternak
Kandungan gizi:
Jerami: protein 3-5%, kecernaan 25-45%, kadar vitamin & mineral rendah (jangan diberikan pada ternak perah atau yang sedang menyusui)
Rumput gajah: protein 12-14%
Keuntungan Amoniasi:
1.Kecernaan meningkat
2.Protein jerami meningkat
3.Menghambat pertumbuhan jamur
4.Memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami
Pemberian Urea 3% dari berat jerami atau air kencing secara berlapis lalu dipadatkan
Kriteria Amoniasi yang baik:
1.Berwarna kecoklat-coklatan
2.Kering
3.Jerami padi hasil amoniasi lebih lembut dibandingkan jerami asalnya.