BAHAN:

1. Rumen/induk bakteri (F0) dari Ampela Ayam yang baru dipotong, jangan dibersihkan ? (bila ampela tidak langsung digunakan, untuk menjaga bakteri tetap hidup dapat disimpan dalam air yang diberi kecap dan dibungkus plastik)
2. Gula pasir ½ kg atau tetes ½ liter
3. Telur ayam kampung atau horen 4 butir
4. Bekatul/dedak 2 kg
5. Air 10 liter diberi kecap manis 2 bungkus kecil atau air rebusan kedelai 10 liter

CARA PEMBUATAN:

1). Dalam wadah berisi air rebusan kedelai, atau air biasa diberi kecap, dimasukkan bekatul sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata
2). Masukkan gula pasir dan aduk rata
3). Telur dikocok dulu sebelum kemudian dimasukkan
4). Setelah diaduk merata, masukkan rumen/ampela ayam
5). Wadah ditutup tidak terlalu rapat
6). Diaduk tiap 2 hari sekali
7). Setelah seminggu maka starter bakteri sudah jadi
8). Starter bakteri ini bisa tahan hidup selama ? 3 bulan
9). Untuk menjaga bakteri tetap hidup, tambahkan bahan-bahan seperti tersebut diatas, selain ampela ayam.

Tanda starter bakteri jadi:

  • Berbau seperti tape
  • Tidak timbul belatung/set
  • Bila ditaruh dalam botol dan ditutup dengan plastik lalu dikocok, maka plastik akan melembung

Tanda starter bakteri gagal:

  • Berbau busuk & timbul belatung/set

PENGEMBANGAN BAKTERI:
1). Ambil bakteri sebanyak 100 cc (1 gelas aqua)
2). Lakukan cara pembuatan dari awal dengan bakteri sebagai pengganti ampela ayam
3). Dari induk bakteri (F0) dapat dikembangkan sampai 3 kali (F3)

PEMBERIAN PADA TERNAK

  • Sapi dewasa: 1 gelas aqua seminggu sekali
  • Sapi tua & muda: interval 10 hari atau jumlah bakteri dikurangi
  • Kambing: takaran dikurangi, interval ditambah
  • Untuk ternak hamil jangan diberi.